Arus liar sungai citarik

rafting citarik
+

Kota Sukabumi selain terkenal dengan wisata alam seperti pelabuhan ratu, juga populer dengan wisata arung jeram nya. Salah satu sungai yang sering digunakan untuk berarung jeram tersebut ialah sungai citarik. Sungai ini menyimpan keindahan yang luar biasa. Kolaborasi antara tebing yang gagah menjulang, pepohonan di pinggir sungai, arus yang bergelombang, dan mulusnya bebatuan, menyatu menciptakan keindahan tersebut. Semua keindahan sungai citarik tersebut di maksimalkan dengan baik oleh pengelola arung jeram terkenal di daerah tersebut.

Untuk mencapai lokasi tujuan yang terletak sekitar 30 KM arah selatan Sukabumi dan tak jauh dari pusat kota Pelabuhan Ratu dapat dicapai melalui tol jagorawi ke arah Ciawi-Sukabumi kemudian melewati pasar Cicurug, terminal Parung Kuda, dan belok ke arah jalan raya Cikidang.

Dalam perjalanan menuju tempat wisata, anda akan di suguhi pemandangan yang menyejukkan mata. Pohon-pohon besar di pinggiran jalan, bunga-bunga beserta kebun warga yang bersebelahan satu dan lainnya seolah melupakan buruk dan terjalnya jalanan menuju tempat wisata. Selain banyak tikungan tajam, jalan menuju Arus Liar pun tidak lebar, padahal jalan di lalui oleh dua arah. Tidak terburu-buru dan berkendara dengan hati-hati akan sangat membantu dalam mengurangi risiko mengalami kecelakaan.

Jika anda mengambil paket rafting sejauh 4 KM, maka starting point rafting adalah di tempat menggunakan perlengkapan rafting.Sebuah truk biasanya digunakan untuk membawa anda ke starting point. Di sepanjang perjalanan menuju starting point, anda akan lebih sering menjaga keseimbangan karena kondisi jalan yang berbatu dan terjal.

Untuk sampai di starting point biasanya ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit. Perahu atau boat bisa diisi oleh 5-6 orang (tidak termasuk instruktur). Sebelum meluncur kami diberikan pengarahan oleh instruktur, antara lain bagaimana menghindari bebatuan jika kita terjatuh, cara menyelamatkan teman kita yang terjatuh, dan terakhir ialah diberikan beberapa perintah seperti dayung kanan, mundur, stop, pindah kiri/kanan, dan boom yang mengharuskan kita untuk menunduk jika ada pohon melintang atau benda yang membahayakan dihadapan kita.

Setelah selesai pengarahan maka di mulailah perjalanan mengarungi sungai citarik. Jeram pertama tidak terlalu liar arusnya, Semakin ke bawah mengarungi sungai, maka arus akan semakin deras dan adrenalin akan lebih dipacu. Setiap jeram memiliki nama dan setiap melewati jeram, instruktur tak lupa menceritakan asal muasal nama tersebut diberikan. Selain di suguhi oleh seru nya jeram, instrukturnya pun sangat seru karena selalu membuat kejutan dengan misalnya menabrakkan boat ke bebatuan sehingga membuat kami terpental dari posisi mendayung, dan kejutan lainnya yang membuat kami tertawa bahagia.

Jika didepan terdapat bebatuan yang besar dan arusnya cukup kuat,  kami diperintahkan untuk mendayung lebih kencang sehingga boat akan terbawa arus dengan lancar. Jika sedikit saja instruktur salah memberikan perintah, maka boat bisa saja tersangkut di atas bebatuan, Jika sudah begitu, maka boat yang anda tumpangi akan berhenti sejenak menunggu boat yang tersangkut tersebut terbebas lagi. Karena dalam satu kloter, jarak antara satu boat dengan yang lainnya tidak akan terlalu jauh atau akan saling beriringan. Hal ini di maksudkan supaya jika terjadi masalah di salah satu boat, maka boat yang berada didekatnya bisa memberikan bantuan, karena di salah satu boat terdapat satu orang petugas medik.

Yang lebih seru lagi ketika jarak antar boat satu dan lainnya berdekatan, maka akan terjadi perang air. Meskipun boat tersebut berasal dari kloter yang lain, asalkan ada boat di dekat kita, tidak peduli teman atau bukan, di halalkan untuk saling menyemburkan air, seru sekali. Selain itu ada kebiasaan setelah berhasil “mengalahkan” jeram yang liar, anda boleh melakukan selebrasi tos arung jeram, yaitu dengan berteriak sekencang-kencangnya sambil mengangkat dayung ke atas, niscaya beban pikiran atau kepenatan akan lenyap seketika.

Di jeram tertentu anda bisa menemukan sesuatu yang menarik, seperti biawak sedang menyusuri sisi sungai, anak-anak kecil yang sedang bermain air, masyarakat sekitar yang sedang memancing ikan disungai, seorang bapak yang melintasi sungai sambil memikul hasil tani, sampai lokasi penginapan Arus Liar yang sangat unik, dimana penginapan tersebut terbuat dari tembikar dan tidak ada arus listrik. Untuk mengabadikan momen, maka di titik tertentu anda bisa di bidik oleh jasa fotografer, jangan lupa anda bisa memasang pose terbaik. Di bagian sungai yang tenang, anda bisa rehat sejenak untuk menyelam dan berenang. Kurang lebih di KM ke-6 anda akan menemukan arus sungai yang unik. Saat mencapai arus yang tenang, cobalah untuk keluar dari boat dan merebahkan diri di sungai. Aliran sungainya bergerak memutar, sehingga meskipun anda merebahkan diri, arus sungai tidak akan membawa anda ke bawah, melainkan bergerak memutar ke atas seperti membentuk lingkaran, sungguh unik.Jeram demi jeram jika berhasil dilalui maka anda akan menemukan 15 jeram yang mempunyai nama yang unik seperti ada jeram TVRI, yang dinamakan karena ada karyawan TVRI pernah terjatuh di jeram tersebut, kemudian ada jeram ranting, jeram Bali, jeram zig zag karena membuat boat anda akan bergerak zig-zag.

Setelah lelah mengarungi sungai,anda bisa beristirahat selama sepuluh menit sambil menikmati kelapa muda yang segar. Selanjutnya anda bisa kembali ke camp menggunakan mobil. Setelah membersihkan diri, anda bisa menikmsti hidangan makanan khas sunda dengan ditemani oleh foto-foto pada saat rafting yang ditampilkan di layar berukuran besar. Sayangnya untuk membawa pulang softcopy foto-foto tersebut,  kita harus membayarnya. Namun bagaimanapun, berarung jeram di sungai citarik sangatlah berkesan, dengan ketinggian arus 70 cm, sungai yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun dan bermuara ke laut selatan Pelabuhan Ratu ini berhasil membuat suasana riang dan memacu adrenalin anda.

Tinggalkan komentar anda